Kapal kargo Ocean Melody terbakar saat menjalani perawatan di galangan kapal Qingdao, China, pada 10 September 2026. Insiden tersebut menewaskan 25 orang dari total 42 orang yang berada di atas kapal.
Kebakaran terjadi ketika kapal menjalani pekerjaan perbaikan dan pemeriksaan di Qingdao Beihai Shipbuilding. Petugas pemadam kemudian memadamkan api sekitar tiga jam setelah kebakaran muncul.
Peristiwa ini langsung menarik perhatian karena jumlah korban cukup besar. Selain itu, kebakaran muncul saat kapal berada di area galangan untuk menjalani perawatan, bukan ketika kapal sedang berlayar di laut.
Kronologi Kebakaran Kapal Kargo Ocean Melody
Kebakaran terjadi sekitar pukul 11.15 waktu setempat pada Kamis, 10 September 2026. Saat itu, Ocean Melody berada di Qingdao Beihai Shipbuilding untuk menjalani pekerjaan perawatan.
Kapal tersebut membawa 42 orang ketika api mulai muncul. Tim penyelamat kemudian melakukan evakuasi dan pencarian terhadap orang-orang yang masih berada di dalam kapal.
Sebanyak 12 orang berhasil keluar dengan selamat. Lima orang lainnya mengalami luka dan mendapat perawatan di rumah sakit. Kondisi kelima korban tersebut dilaporkan stabil.
Petugas akhirnya berhasil memadamkan api sekitar pukul 14.30. Namun, proses pencarian masih berlanjut karena sejumlah orang belum ditemukan.
Pada malam harinya, petugas menemukan 25 orang yang sebelumnya hilang. Tidak ada satu pun dari mereka yang menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Jumlah tersebut kemudian membuat total korban meninggal mencapai 25 orang.
Ocean Melody Merupakan Kapal Kargo Berbendera Liberia
Ocean Melody merupakan kapal kargo berbendera Liberia. Data pelacakan kapal yang dikutip sejumlah media menyebut kapal tersebut berusia sekitar 20 tahun.
Kapal jenis dry bulk carrier itu berada di Qingdao sejak 31 Agustus 2026 untuk menjalani perawatan. Dengan demikian, kapal sudah berada di galangan selama sekitar 10 hari sebelum kebakaran terjadi.
Kapal jenis dry bulk carrier biasanya mengangkut muatan curah kering seperti bijih mineral, batu bara, biji-bijian, atau bahan mentah lainnya. Ukuran dan desain kapal jenis ini berbeda dari kapal kontainer yang membawa barang dalam peti kemas.
Informasi mengenai Ocean Melody juga menunjukkan bahwa kapal tersebut berada dalam proses perawatan ketika insiden terjadi. Kondisi ini menjadi salah satu bagian penting dalam penyelidikan karena pekerjaan perbaikan kapal memiliki berbagai risiko keselamatan.
Penyebab Kebakaran Masih Dalam Penyelidikan
Sampai laporan terbaru, penyebab pasti kebakaran Ocean Melody masih dalam penyelidikan.
Pihak berwenang China mengerahkan tim untuk mencari korban sekaligus menyelidiki penyebab insiden. Investigasi akan membantu menentukan bagaimana api muncul dan mengapa kebakaran tersebut menimbulkan korban dalam jumlah besar.
Beberapa laporan awal menyebut dugaan kebocoran tangki minyak ketika proses perawatan berlangsung. Namun, informasi tersebut belum menjadi kesimpulan resmi mengenai penyebab kebakaran.
Karena itu, penyebab insiden sebaiknya tidak dianggap final sebelum hasil penyelidikan dari pihak berwenang keluar.
Mengapa Kebakaran di Galangan Kapal Berisiko?
Galangan kapal menjadi tempat berbagai pekerjaan teknis berlangsung secara bersamaan. Pekerja dapat melakukan pengelasan, pemotongan logam, pemeriksaan mesin, pembersihan tangki, hingga perbaikan sistem bahan bakar.
Aktivitas tersebut membutuhkan pengawasan keselamatan yang ketat. Apalagi, kapal memiliki banyak ruang tertutup dan area yang sulit dijangkau.
Api juga dapat menyebar dengan cepat apabila bertemu material mudah terbakar. Karena itu, pemeriksaan kondisi kapal sebelum pekerjaan berlangsung menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan pekerja.
Insiden Ocean Melody kembali menunjukkan bahwa aktivitas perawatan kapal juga memiliki risiko besar. Keselamatan tidak hanya menjadi perhatian ketika kapal sedang berlayar, tetapi juga ketika kapal menjalani perbaikan di pelabuhan.
Puluhan Orang Berada di Atas Kapal Saat Insiden
Jumlah orang yang berada di Ocean Melody ketika kebakaran terjadi menjadi salah satu perhatian utama dalam insiden ini.
Dari 42 orang yang berada di kapal, 12 orang berhasil melakukan evakuasi dengan selamat. Lima korban kemudian menjalani perawatan karena mengalami luka. Sementara itu, 25 orang lainnya meninggal dunia.
Angka tersebut memperlihatkan betapa cepat keadaan darurat dapat berkembang di kapal. Ruang kerja yang terbatas dapat membuat proses evakuasi menjadi lebih sulit, terutama ketika asap tebal memenuhi bagian dalam kapal.
Karena itu, prosedur evakuasi dan kesiapan kru menjadi bagian penting dalam keselamatan pelayaran.
Qingdao Jadi Salah Satu Pusat Industri Maritim China
Qingdao merupakan salah satu kawasan penting bagi industri maritim China. Kota tersebut memiliki aktivitas pelabuhan dan galangan kapal yang besar.
Qingdao Beihai Shipbuilding sendiri merupakan bagian dari China State Shipbuilding Corporation atau CSSC. Perusahaan tersebut termasuk salah satu kelompok industri pembuatan kapal terbesar di dunia.
Galangan tersebut tidak hanya menangani pembangunan kapal baru, tetapi juga melakukan perawatan dan perbaikan kapal. Karena itu, aktivitas keselamatan kerja menjadi aspek penting dalam operasionalnya.
Kebakaran Ocean Melody kemudian menjadi perhatian besar bagi industri maritim karena terjadi di fasilitas galangan kapal yang menangani berbagai pekerjaan teknis.
Penyelidikan Menjadi Tahap Penting Berikutnya
Setelah api berhasil dipadamkan dan seluruh korban ditemukan, perhatian selanjutnya tertuju pada penyelidikan.
Pihak berwenang perlu mengetahui sumber api, kondisi kapal ketika pekerjaan berlangsung, serta prosedur keselamatan yang berlaku pada saat kejadian.
Hasil penyelidikan juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk mencegah kejadian serupa pada kapal lain. Langkah tersebut penting karena pekerjaan perawatan kapal melibatkan banyak pekerja dan berbagai aktivitas dengan tingkat risiko berbeda.
Kebakaran kapal kargo Ocean Melody di Qingdao menjadi salah satu insiden maritim dengan korban jiwa besar pada September 2026. Hingga kini, 25 orang meninggal dunia, sementara penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan.
Peristiwa ini sekaligus mengingatkan bahwa keselamatan kapal tidak hanya penting selama pelayaran. Proses perawatan di galangan juga membutuhkan standar keselamatan yang ketat agar pekerja, kru, dan lingkungan sekitar tetap terlindungi
Baca juga: Australia Tundukkan Turkey 2-0 dengan Permainan Solid
